Minggu, 29 Januari 2017

Kolase

Kolase Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Lukisan ini keren. Pelukisnya memang piawai dalam menata artistik sehingga menjadi karya yang hebat. Tempelan berupa kertas, kain dan kayu itu memang ditempatkan tak beraturan, tapi tetap saja mengandung nilai seni yang bagus. Menarik! Dan lukisan inilah yang paling bagus di antara koleksi barang seni Papa Kei. Sebenarnya Kei juga juga sedikit tertarik, hanya saja karena lukisan itu karya Papanya, jadi tak menarik lagi. Ia selalu merasa kesal karena dituntut menjadi penerus Papanya dalam melukis.
Senyumnya lebih mengembang ketika melihatku daripada lukisan itu.
Hem, ia benar-benar jatuh cinta padaku, gumamku lirih.

Terus saja ia berjalan menuju kamarnya bersamaku. Meninggalkan lukisan super hebat itu dapat dihargai puluhan juta kalau pun dijual. Hanya saja Papanya tidak mau menjualnya, kenangan itu sangat berarti baginya. Untuk itu, ia menekan Kei agar mengambil kuliah di jurusan seni lukis. Menyebalkan! Seperti anak kecil saja, Kei harus dipaksa tanpa ada minat untuk masuk ke dunia itu.

Wajah Kei sedikit kesal ketika mulai membuka pintu kamar itu. Tas yang ia bawa itu langsung dilemparkannya ke tempat tidurnya. Lalu, ia merapatkan langkahnya pada meja belajarnya, memperhatikan jajaran komik yang berjejer ra
... baca selengkapnya di Kolase Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Jumat, 13 Januari 2017

Teror Ekonomi – Indikator Palsu IHSG

Teror Ekonomi – Indikator Palsu IHSG Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pernahkah Anda menyaksikan film di mana banyak orang terbirit-birit ditodong perampok? Film tersebut ternyata drama komedi. Si penodong adalah seorang ayah yang kepepet karena anaknya sakit, dan senjata yang digunakan adalah pistol kosong tanpa peluru. Komedi itu sedang terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia. Terorisnya adalah bursa saham, pistol kosongnya adalah indeks harga, korbannya adalah investor yang tak pernah berpikir soal pistol kosong, penontonnya adalah kita semua yang tegang karena, seperti umumnya penonton yang “baik”, mengidentifikasikan diri sebagai korban.

Teror itu datang ketika indeks-indeks harga saham di berbagai bursa, praktis di seluruh muka bumi ini, berjatuhan. Kolaps masal itu terjadi karena indeks saham-saham unggulan di altar bursa saham dunia, New York Stock Exchange, terjun bebas. Ada banyak penjelasan yang cukup masuk akal mengapa indeks Dow Jones Industrial Average terpuruk, tapi sulit mencari penjelasan yang sama terkait dengan indeks di bursa-bursa lain, kecuali karena alasan panik dan takut — efek psikologis utama orang-orang yang terteror. Di Indonesia kondisinya sama saja. Indeks-inde
... baca selengkapnya di Teror Ekonomi – Indikator Palsu IHSG Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Wiro Sableng #111 : Hantu Langit Terjungkir

Wiro Sableng #111 : Hantu Langit Terjungkir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

DI DALAM telaga yang kedalamannya setinggi leher, Pendekar 212 Wiro Sableng kibas-kibaskan rambut gondrong basahnya. Dia bermaksud hendak menselulupkan tubuhnya sampai kepala sekali lagi baru keluar dari telaga itu. Namun tiba-tiba, pluk! Sebuah benda menghantam kepalanya. Kagetnya sang pendekar bukan kepalang. Pundaknya sampai tersentak ke atas. Benda yang tadi mengenai kepalanya itu jatuh ke telaga. Sebelum tenggelam ke dalam air Wiro cepat mengambilnya.

Ternyata sebuah jambu muda berwarna hijau. Wiro memandang berkeliling. "Tak ada pohon jambu sekitar telaga ini. Berarti ada orang jahil mempermainkanku!" pikir murid Sinto Gendeng sambil memperhatikan seputar telaga. Tapi dia tak melihat siapa-siapa. "Jangan-jangan ini pekerjaan bocah konyol Naga Kuning atau si kakek geblek Setan Ngompol. Awas mereka berdua. Akan kubalas nanti!"

Wiro lalu memasukkan tubuh dan kepalanya ke dalam air telaga yang sejuk itu. Sesaat kemudian kepala disusul tubuhnya mencuat kembali di permukaan air telaga. Justru saat itu sebuah jambu muda berwarna hijau kembali melayang di atas telaga lalu mendarat di kepalanya!

"Sialan! Naga Kuning! Setan Ngompol! Awas kalian berdua! Jangan berani kurang ajar menimpuk mempermainkanku!"

Dari balik sebuah pohon besar yang dikelilingi semak belukar lebat tiba-t
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #111 : Hantu Langit Terjungkir Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 12 Januari 2017

Tulisan yang Menggugah

Tulisan yang Menggugah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika saya menghadiri acara talkshow yang diadakan oleh salah satu perusahaan network marketing terkemuka di Indonesia, saya mendapat pengalaman yang sangat berharga. Yaitu, jika kita hendak membuat orang-orang larut dalam percakapan kita, hendaknya kita harus larut terlebih dahulu. Jika kita hanya setengah-setengah atau tidak begitu memperhatikan apa yang kita bicarakan, maka orang-orang yang mendengar pun tidak begitu memperhatikan juga. Demikian juga dengan menulis, jika kita tidak sungguh-sungguh dengan apa yang kita tulis, maka energi makna yang terkandung di dalamnya tidak akan menghipnotis pembacanya.

Jika kita ingin membuat orang-orang yang mendengar itu mencucurkan airmata atau menangis, hendaknya kita harus bersedih atau cenderung untuk mencucurkan air mata. Ketika saya membacakan puisi –dalam acara tersebut- yang menemani saya ketika berada di Hong Kong sebagai pembantu rumah tangga, saya membaca dengan nada yang begitu menyayat hati sehingga saya sendiri menangis. Ini bukan sebuah rekayasa. Ini murni dari
... baca selengkapnya di Tulisan yang Menggugah Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kamis, 29 Desember 2016

Di Hatiku Ada Namamu

Di Hatiku Ada Namamu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Cuaca hari ini panas sekali, aku, rena, dan prita. Kami mulai sibuk menghilangkan keringat yang mengucur di dahi kami, udah 1 jam kami mengantri beli tiket untuk naik turnado, karena liburan sekolah jadi taman hiburan ramai pengunjung.
“duh, Ran, sampai kapan kita berdiri terus disini, capek tau” keluh prita
“sabar bentar lagi giliran kita kok” ucapku
O ya hai namaku Ransya Melati, ini temanku Rena saputri, dan Ananda Prita, kami adalah siswa Smk Bintang. Karena liburan sekolah kami memutuskan untuk pergi taman bermain, biarpun udah remaja tapi kami suka banget pergi ke taman bermain.
“iya, Ta, sabar dikit napa.” Ucap rena.

Selang beberapa menit giliran kami pun tiba. Selatelah mendapat kan tiket kami bertigapun meluncur ke Turnado, wuuh pengunjungnya banyak banget mungkin kalau aku sendirian bisa hilang di antara kerumunan pengunjung. Belum sempat aku ingin mengatakannya pada rena dan prita, aku udah berdiri sendirian.
“Ren, prita” ucapku sambil melihat sekeliling berharap mereka tak meninggalkanku, karena banyak pengunjung jadi aku malah bingung. Aku berjalan di antara pengunjung. Ren, prita kalian dimana. Coba kalau gak seramai ini aku udah teriak manggil nama mereka. huuufff Saat aku berjalan karena masih terfokus mencari rena dan prita, aku menabrak seseorang.
“upzz, maaf” ucapku
“Ran?, kamu ngapain sendirian?” ucapnya kepadaku, eh ternyata di
... baca selengkapnya di Di Hatiku Ada Namamu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 28 Desember 2016

Makin Cerdas

Makin Cerdas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Menulis itu sudah jelas merupakan salah satu cara meningkatkan kecerdasan. Setiap kali saya menyelesaikan sebuah tulisan, kecerdasan saya meningkat sekian derajat. Dan semakin sering saya menulis, maka kecerdasan dalam berbahasa, kecerdasan dalam aspek intrapersonal (tahu diri), interpersonal (tahu orang lain), kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan berbagai kecerdasan lainnya terus berkembang tanpa henti.

Bagaimana saya tahu bahwa kecerdasan saya berkembang dan meningkat? Sederhana saja. Ketika saya mulai menulis artikel dan buku-buku di tahun 90-an, saya banyak sekali melakukan kesalahan. Lalu saya menulis lagi dan melakukan kesalahan lagi. Lalu saya menulis lagi dan melakukan kesalahan lagi. Kesalahannya masih tetap ada, bahkan sampai sekarang. Tetapi semakin jarang dan semakin jarang dan semakin jarang. Bukankah itu berarti saya semakin cerdas?

Jadi, ada kalanya saya memandang kawan-kawan yang enggan menulis sebagai orang-orang yang enggan meningkatkan kecerdasannya. Mereka senang bertahan dalam kubangan yang menggerogoti kecerdasannya. Saya sungguh khawatir bahwa pada suatu titik nanti mereka akan dianggap bodoh oleh lingkungannya, bahkan oleh cucu-cicit mereka sendiri.

Kalau ingin makin cerdas: menulislah!

*) Andrias Harefa. Penulis 35 Info pelatihan penulis telepon 021-460 5757: 0815 8963 889; www.andriashare
... baca selengkapnya di Makin Cerdas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 25 Desember 2016

PUTUS ASA

PUTUS ASA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

02 Januari 2008 – 16:46   (Diposting oleh: Editor)

Di sebuah situs internet diungkapkan kisah fiksi tentang seorang tentara bernama kopral Yono. Saat itu sekitar jam tujuh malam, ia duduk melamun. Pandangannya kosong, sembari tangannya mengaduk es teh. Salah seorang temannya, sebut saja Ricky, tiba-tiba menyambar minuman yang sedang ia aduk. Tanpa basa-basi, Ricky langsung menenggak isi gelas itu sampai tak tersisa sedikit pun.

Sebenarnya Ricky hanya bermaksud bercanda. Bukannya marah atau tersenyum, tetapi Yono justru menangis meraung-raung sambil beruraian air mata. Kontan reaksi Yono membuat Ricky panik. “Kamu nih cengeng banget sih? Katanya kamu tentara? Masa sih gara-gara es teh, kamu nangis keras begitu,” komentar Ricky di antara perasaan kesal dan bingung.

“Kenapa seharian ini hidupku kok apes terus?” rintih kopral Yono sambil terus menangis.

“Kamu kenapa? Ceritakan saja, siapa tahu aku bisa menolongmu,” kata Ricky penuh empati pada karibnya itu.

“Tadi pagi aku dipecat, gara-gara teledor menghilangkan senjata komandan,” kata Yono diselingi isak tangis.

“Ah gitu aja dipikir. Body-mu kan tinggi besar kuat perkasa. Kamu pasti masih laku jadi pengawal pribadi atau minimal jadi preman pasar,” ujar Ricky berusaha membesarkan hati sahabatnya.

“Itu sih be
... baca selengkapnya di PUTUS ASA Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1