Rabu, 30 Maret 2016

Gadis di Kaki Bukit Prolo

Gadis di Kaki Bukit Prolo Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Gadis manis berambut panjang itu bernama Maryati, gadis yang duduk beralaskan terpal di beranda rumahnya itu sedang memisahkan biji-biji jagung dari bongkotnya untuk diolah menjadi nasi jagung nantinya. Di bawah Bukit Prolo, bukit yang masih jajaran Pegunungan Kendheng yang membentang dari Kabupaten Jombang, Nganjuk, Bojonegoro dan Ngawi. Gadis manis berkulit sawo matang itu tinggal bersama orang tua dan sanak keluarganya. Bukit yang dihiasi oleh tanaman padi di sepanjang terasering milik warga setempat, pemandangan yang sangat indah jika dilihat dari kejauhan, ditambah lagi dengan keberadaan rumah-rumah warga yang berdiri kokoh di kaki Bukit Prolo dibangun dari kayu jati pilihan dengan tanah yang masih berupa tanah, bukan tegel atau keramik, hunian yang menurutku sangat sederhana.

Ketika mengunjungi rumah Maryati maka akan disambut dengan seekor sapi betina dan seekor pedhet. Bukan disambut dengan pintu beraksen ukiran mewah dengan perabot yang berplitur indah. Bukan. Ketika aku mengunjungi rumah gadis yang bernama Maryati aku serasa kembali ke beberapa puluh tahun yang lalu.

Rumah di kaki Bukit Prolo bukanlah kawasan real estate yang digunakan untuk mendirikan villa mewah karena letaknya berada di daerah pegunungan atau perbukitan. Pegun
... baca selengkapnya di Gadis di Kaki Bukit Prolo Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 21 Maret 2016

It’s My Passion

It’s My Passion Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Passion bagiku adalah segalanya. Dimana kita bisa mencintai dan menikmati suatu hal pada apa yang kita kerjakan. Passion adalah rasa dimana kita bisa bergairah dan berhasrat melakukan sesuatu. Dan passion ku adalah menulis.
Entah mengapa aku suka memikirkan hal yang ingin aku ciptakan. Hal-hal yang aku ciptakan memang nyaris mustahil akan nyata, karena sesungguhnya hidup yang nyata hanya Tuhan yang bisa menciptakannnya. Namun, menulis adalah jawabnya. Dimana semua yang ingin kita ciptakan, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita semua pikirkan tertuang dalam kata-kata yang terangkai menjadi sebuah kalimat. Menulis adalah wadah penampung semua pikiran dan perasaan dalam diriku.
Aku mulai menuangkan pikiran dan perasaanku dalam sebuah tulisan pada masa sekolah menengah. Dimana aku merasakan jatuh cinta. Ya … seperti gadis lainnya, saat jatuh cinta, dirinya akan berubah menjadi seseorang yang sensitif dan puitis. Saat itu, aku tak henti-hentinya menulis, menulis, dan menulis sampai tumpukan-tumpukan puisi hanya menjadi pajangan meja belajarku. Namun, setelah menulis semua puisi-puisi itu hatiku sangat lega.
Yeah, menulis dapat melegakan hatimu, kawan! Pernahkah merasa hati ini gelisah entah karena sedang berbunga-bungan karena jatuh cinta atau sedang gundah karena ada masalah. Hati ini rasany
... baca selengkapnya di It’s My Passion Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Selasa, 08 Maret 2016

Harapan Baru

Harapan Baru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“satu.. dua… tiga..” aku menghitung detik jam dinding kamarku sambil terbaring lemah di tempat tidurku. Semenjak aku mengalami kecelakaan 3 tahun yang lalu, aku mengalami penderitaan yang amat berat. Kini tangan dan kakiku lumpuh, terpaksa harus selalu berada di kamar kecuali jika ada seseorang yang mengajakku dan menuntunku berjalan di luar menggunakan kursi roda. Orang tuaku sudah membawaku berobat kemanapun, namun tiada hasilnya, aku masih tetap lumpuh dan menghabiskan banyak biaya berobat. Namun hal yang paling menyakitkan bagiku ialah semenjak kecelakaan itu juga aku memiliki kelebihan bisa melihat setiap kejadian buruk yang bakal menimpa seseorang. Pernah aku mengutarakannya pada kerabatku yang bakal mengalami kecelakaan dan tewas seketika. Aku berniat mengatakan itu agar dia berhati-hati, namun ia malah tidak mempercayaiku dan memarahiku, seminggu kemudian.. ia mengalami kecelakaan dan tewas, persis dengan apa yang aku katakan. Namun hal itu pula lah yang semakin memperburuk keadaanku, banyak saudaraku, kerabat, dan teman-temanku yang semakin menjauhiku kecuali orang tuaku dan orang yang masih menyayangiku apa adanya.

“senja waktunya makan!” suara suamiku yang terlihat bersemangat itu terdengar, kemudian ia segera membuka pintu kamar dan duduk di kasur tempat aku berbaring. Aku pun memakan setiap sendok makan yang disuapkan oleh suamiku. “surya? Apakah kamu tidak merasa sedih” ucapk
... baca selengkapnya di Harapan Baru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 04 Maret 2016

Kebiasaan Optimis Dalam Belajar

Kebiasaan Optimis Dalam Belajar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Hampir semua kenakalan remaja terjadi karena mereka merasa kurang diperhatikan dan disayangi oleh orang tua mereka. (Syahril Syam)

Apa yang menyebabkan kebanyakan siswa tidak menyukai belajar? Atau tidak menyukai mata pelajaran tertentu, bahkan semua mata pelajaran? Jika pertanyaan ini kita tanyakan kembali pada orang-orang tua, sewaktu mereka masih belajar dulu, apakah masih pantas? Dengan kata lain, kebanyakan orang-orang tua pun tidak menyukai belajar, bukan hanya semasa sekolah dulu, mungkin masih sampai sekarang.

Lantas, apa yang menjadi penyebabnya? Peter Kline mengemukakan sebuah pernyataan menarik: Belajar Akan Efektif Jika Dilakukan Dalam Suasana Menyenangkan. Ini berarti, kegiatan belajar-mengajar akan membosankan dan tidak menarik, kalau tidak tercipta suasana yang menyenangkan. Dari sini dapat kita telusuri lagi dengan sebuah pertanyaan: Kenapa suasana belajar tersebut tidak menyenangkan? Atau kenapa sebuah mata pelajaran bahkan semua itu tidak menarik dan tidak menyenangkan? Buckminster Fuller memberikan jawabannya. Kata beliau, “Setiap anak terlahir jenius, tetapi kita memupuskan kejeniusan mereka dalam enam bulan pertama.” Lho, kok bisa demikian? Bukankah setiap orang tua menginginkan anaknya itu jenius. Lantas apa sebabnya?

Dalam buku The 10 Basic Principles of Good Parenting, Laurence Steinberg menulis tentang sepuluh prinsip dasar dalam mengasuh anak. Pada prinsip yang kedua berbunyi: Anda Tak Bisa T
... baca selengkapnya di Kebiasaan Optimis Dalam Belajar Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 28 Februari 2016

Wiro Sableng #70 : Ki Ageng Tunggul Akhirat

Wiro Sableng #70 : Ki Ageng Tunggul Akhirat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : KI AGENG TUNGGUL KEPARAT

PANGKAL BAHALA

Hujan rintik-rintik turun sejak pagi. Teluk Burung diselimuti kabut tebal. Dalam udara yang buruk itu seorang penunggang kuda berbaju biru dan mengenakan blangkon bergerak di antara batu-batu besar yang terhampar di seantero tempat. Mukanya yang hitam boleh dikatakan bukan wajah manusia. Lebih tepat dikatakan sebagai wajah setan. Di pipi kirinya ada cacat bekas luka memanjang mulai dari ujung bibir sempai ke mata. Mata ini sendiri tampak terbujur ke luar, kelopak bawah membeliak merah dan selalu basah. Akibat cacat di pipi kiri itu mulut orang ini tertarik ke atas hingga gigi-giginya yang besar-besar menjorok ke luar!

Sebenarnya kuda coklat dan penunggangnya sudah sama-sama sangat letih saat itu. Beberapa kali kaki-kaki kuda terantuk atau terpeleset di bebatuan licin. Si penunggang sendiri dengan segala sisa kekuatan dan harapan untuk hidup mencoba membawa kudanya ke jurusan Timur, sampai di sebuah lamping bukit batu yang solah membentuk dinding panjang dari Timur ke Selatan. Di salah satu bagian dinding batu, orang ini hentikan kudanya lalu memandang berkeliling. Hujan rintik-rintik telah berhenti. Namun kabut masih kelihatan di mana-mana menutupi pemandangan. Orang ini menunggu dan berusaha untuk sabar. Ketika sang surya muncul kabut di tempat itu perlahan-lahan mulai terkikis habis. Dalam
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #70 : Ki Ageng Tunggul Akhirat Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 22 Februari 2016

Menulis Itu Pekerjaan Tangan

Menulis Itu Pekerjaan Tangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saya sering mengatakan bahwa menulis itu gampang. Untuk bisa menulis, hemat saya, tidak diperlukan bakat khusus. Ibarat berenang, orang tak perlu merasa berbakat untuk bisa berenang. Ibarat naik sepeda, orang tidak perlu bicara soal talenta kalau mau belajar naik sepeda. Yang diperlukan adalah praktik berkelanjutan alias pembiasaan. Yang diperlukan adalah tangan yang mengetik, mewujudkan gerakan gagasan menjadi sesuatu yang terbaca seperti tulisan ini.

Kawan saya, seorang penyunting muda yang cerdas, menyimpulkan bahwa bagi orang seperti saya, menulis itu mungkin dipahami sebagai pekerjaan tangan, bukan pekerjaan pikiran. Kalau menulis merupakan pekerjaan pikiran, maka diperlukan kecerdasan khusus untuk itu. Namun, menulis sebagai pekerjaan tangan tidak memerlukan kecerdasan ekstra.

Saya kira kawan saya benar. Bagi saya menulis itu pertama-tama dan terutama adalah pekerjaan tangan. Tak perlu susah berpikir bagaimana menulis atau mulainya dari mana. Langsung saja duduk dan tulis (ketik) apa yang ada dalam pikiran. Inilah yang pertama-tama dibutuhkan dalam tahap awal. Dan setelah terbiasa menulis, maka hal-hal lain bisa dipelajari untuk menghasilkan tulisan yang makin berkualitas.

Dengan pemahaman yang demikian itulah saya membentuk komunitas Writer Schoolen (1 Mei 2007) yang membantu ratusan orang menemukan kembali kemampuannya menulis; kemampuan yang telah ad
... baca selengkapnya di Menulis Itu Pekerjaan Tangan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 20 Februari 2016

Kunci Sukses Theodore Roosevelt

Kunci Sukses Theodore Roosevelt Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pernah menjadi wakil presiden ketika presidennya William McKinley, Theodore Roosevelt meraih karier tertinggi dan menjadi presiden Amerika ke-26. Presiden yang dua kali menduduki jabatan puncak di negeri adidaya itu pernah berkata, “The most important single ingredient in the formula of success is knowing how to get along with people.”

Itu ucapan luar biasa, dari orang yang luar biasa, yang membuat saya tercengang. Mencengangkan bahwa kemampuan bergaul dengan orang lain dia sebut sebagai “unsur tunggal yang paling penting bagi kesuksesan kita”.

Mencengangkan, karena tadinya saya mengira bahwa yang menentukan kesuksesan kita adalah hal-hal seperti penguasaan keahlian teknis spesialisasi, tekad sekeras baja, dan lain-lain yang di antaranya adalah kemampuan bergaul dengan orang, plus integritas. Tapi, setelah saya renungkan, benar juga. Keahlian teknis spesialisasi dan tekad pun tak terlalu berguna kalau tidak disertai oleh kemampuan tinggi dalam pergaulan dengan sesama.

Kalau benar bahwa tingkat kesuksesan kita berbanding lurus dengan nilai, atau manfaat, atau kebaikan, yang kita sajikan kepada sesama, jelaslah bahwa faktor sesama itu menjadi amat penting posisinya. Keahlian teknis spesialisasi hanya akan bermakna sebesar-besarnya kalau itu memberi manfaat kepada sema
... baca selengkapnya di Kunci Sukses Theodore Roosevelt Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu